Pages

Es regnet*

*Turun Hujan


(Sebenernya mau nulis tanggal 23 Mei kemaren tapi nggak sempet)



Oke, ya di Ipa 1 banyak yang MEWEK-NANGIS
  1. Anisah Sumardi, mewek karena kaki ketendang saat bermain futsal
  2. Cyntia Nur Fitri, mewek karena dicuekin yang tercinta
  3. Melinda Cahyaning Ratri, mewek karena....(gak tau aku)
  4. Aku, ???
Jujur ya, aku mewek bukan karena aku cemburu sama kamu karena kamu ngomong sama dia, jujur ya, aku mewek karena ketidakjelasanmu,kamu bilang kamu suka tapi (tapitapitapitapi)....
Emang hanya Dian yang tau aku nagis-hampir nagis-lebih tepatnya MEWEK,tau kenapa? rasanya perasaan ini udah nggak bisa ditahan,nggak terbendung lagi,sakitt banget rasanya,nyesek tau nggak?



Ya udah deh,mau gimana lagi umpah deh air mataku,mau nangis gimana,nggak juga gimana,yaudah biarin aja mengalir,untung hujan, dan TERIMA KASIH kepada ARISTA PUTRI NURLIA,CYNTIA NUR FITRI,HETI FARDHIS HAGHUL MAJID karena udah menarikku kedalam hujan,basah-basahan yang akhirnya tetesan hujan yang jatuh dimukaku menutupi air mataku yang bener-bener udah hampir mengalir deras kayak pancuran. (Emang dingin dan resiko kepala rada pusing tapi rasanya langsung fresh gitu,hujan membawa berkah tersendiri..)

Eh,Tapi kenapa banyak yang takut sama hujan?
*Karena hujan datengnya keroyokan #wkwkwkwkwk (maaf kalo gak lucu)
Dari yang pernah aku baca


Hujan memang salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada makhluknya yang ada di bumi, tidak hanya manusia tapi juga hewan dan tanaman.  Oleh karena itu kita harus menyambutnya dengan positif, bahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita adab ketika turun hujan, yaitu berdo’a yang berbunyi “Allahumma shayyiban naafi’an“. Lebih lengkapnya haditsnya seperti ini
”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan (yang belum berkumpul sempurna, pen) di salah satu ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya –meskipun dalam shalat- kemudian beliau kembali melakukannya lagi (jika hujan sudah selesai, pen). Ketika awan tadi telah hilang, beliau memuji Allah. Namun, jika turun hujan, beliau mengucapkan, “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat].” (Lihat Adabul Mufrod no. 686, dihasankan oleh Al-Albani)
Hujan juga dapat bermakna ampunan dari Allah kepada hamba-hambaNya, sebagaimana firman-Nya dalam surah Nuh ayat 10-12
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”
Maka dari itu justru kita harus waspada ketika Allah tidak jua menurunkan hujan di daerah kita, karena tidak turunnya hujan dapat menjadi pertanda bahwa Allah sedang “menegur” kita karena maksia dan dosa kita. Hal ini dapat disimpulkan dari sabda RasulNya yang mulia berikut ini
Dari Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tidaklah suatu kaum mengingkari janji mereka melainkan akan ada pembunuhan di tengah-tengah mereka. Tidaklah tampak perbuatan keji di tengah-tengah suatu kaum melainkan Allah akan kuasakan kematian pada mereka. Dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat melainkan Allah akan menahan hujan untuk mereka.” ( Lihat Ash Shahihah no. 107. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
Tapi jangan berarti kita lantas ge er dan merasa bersih dari dosa (emangnya bayi?) ketika hujan masih turun dengan lebatnya di negeri kita. Karena, masih kata Rasulullah, ketika orang-orang sudah enggan membayar zakat maka Allah akan mencegah turunnya hujan di negeri mereka yang enggan itu. Hujan masih mungkin turun di negeri tersebut namun semata-mata karena rahmat Allah kepada hewan ternak.
Jika suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, maka mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.”(HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir (13619). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. )


No comments: